Quantcast
Showing posts with label Self Reflection. Show all posts
Showing posts with label Self Reflection. Show all posts

Sunday, September 11, 2016

#Self Reflection: Belajar dan Menjadi Produktif

oh-yeah-its-free

Waktu masih SMA, saya pikir tinggal melanjutkan kuliah, dapat pekerjaan dan selesai sudah waktu buat belajar. Ternyata, salah besar. Karena justru, begitu sudah bekerja ternyata belajar sesuatu yang baru sangat dituntut, apalagi jika kia bekerja di sebuah perusahaan yang punya nama, jika tidak tertinggal sudah.

Dengan adanya sosial media, saya pun jadi bisa melihat bahwa rekan-rekan saya semasa sekolah menengah atas dan kuliah pun masih terus belajar. Sebagian dari mereka ada yang sudah menyelesaikan tahapan Master Degree (keren yah), dan sebagian baru berencana (termasuk saya), dan sebagian lagi belajar dengan mengikuti kursus dan pelatihan-pelatihan.

Bagaimana dengan anda?

Belajar gratis!

Rasanya susah untuk mengatakan bahwa ada cara untuk belajar gratis, karena memang tidak ada yang praktis. Semua harus dengan usaha. Gratis pun tetap memerlukan usaha, meskipun tidak perlu mengeluarkan biaya, hanya menggunakan resource yang ada, dan cari resource yang gratisan.

Berikut tips yang bisa saya berikan untuk dapat belajar gratis:

Kumpulono wong kang soleh;

Kumpulilah orang soleh;

Ketika saya mendengarkan sayup-sayup lagu yang dinyanyikan istri saya untuk menudurkan si kecil, ada lirik yang menyebutkan berkumpullah dengan orang soleh.

Aha, itu yang ada dalam pikiran saya. Karena ternyata nasihat orang tua zaman dulu memang benar. Loh kok berkumpul dengan orang soleh?? Nah jangan gagal paham, mari coba artikan secara lebih general dengan orang soleh sama dengan orang pintar (bukan dukun yah).

Artinya dengan berkumpul dengan lebih banyak orang pintar, bermental sukses, memiliki motivasi kemajuan yang tinggi, penuh ide-ide yang inspiratif untuk melakukan perubahan, kita akan bisa belajar dengan mereka. Sebaliknya jika kita berkumpul dengan yang bukan seperti itu, hasilnya akan justru sebaliknya. Jadi jangan salah gaul.

Belajar gratis dari internet

Eranya digitalisasi, era smartphone, era 4G harusnya eranya belajar dong. Sayangnya memang saya lebih sering memergoki staff saya sendiri memutar lagu-lagu, main game, selfie dan upload, online shopping tiada henti atau menonton film (sangat tidak produktif).

Setidaknya, jika kita punya waktu 10 menit untuk menyelesaikan 1 artikel, bertambah sudah 1 ilmu pengetahuan dalam otak kita. Jadi coba sisihkan 10-30 menit untuk mencari artikel dari situs yang bisa menambah perbendaharaan kosa kata bisnis, keahlian dan bahkan motivasi. Apalagi jika ada fasilitas wifi gratisan dari kantor atau public place, harusnya belajar tambah semangat. Intinya, gunakan saja kata kunci, masukkan dalam search engine atau mesin pencarian, klik dan baca. Atau silakan unduh artikel atau video, lalu simpan, jadi pada saat longgar bisa kembali dibaca dan bisa punya perpustakaan digital sendiri kan. Mudah kan, yuk gunakan waktu secara lebih produktif.

Saya menemukan banyak resource gratisan kok. Dan apalagi jika anda punya modal bahasa Inggris atau paling tidak anda bisa gunakan translator. Anda bisa saja belajar di situs sosial media yang berisikan para professional dari antero dunia seperti linked in dan facebook. Saya sendiri menemukan ribuan artikel yang ditulis oleh mereka yang telah berpengalaman tentang leadership, manajemen, sales, marketing dan masih banyak lagi lainnya.

Baca buku di perpustakaan gratis

Tips terakhir, cari informasi dimana ada perpustakaan gratis di kota atau tempat anda. Atau paling tidak anda bisa pinjam buku yang teman anda punya dan anda tidak punya. Pemerintah biasanya menyediakan fasilitas perpustakaan offline secara gratis sehingga anda bisa belajar dari banyak buku yang tersedia.

Belajar dari pengalaman

Kok gitu? Ya karena memang gratis kan, kapan ada cerita kalau anda membayar pengalaman anda.

Belajar dari apa yang dikatakan oleh orang tua dan guru-guru saya, belajar dari pengalaman saya sendiri, teman sekolah, rekan kerja, atasan, adalah hal penting. Jangan terbiasa menolak apa yang dipercayakan kepada anda, apalagi jika diberikan kepercayaan oleh atasan. Selalu ada yang pertama, kalau gagal jadikan saja pembelajaran. Anda juga bisa belajar dari rekan kerja anda, baik buruk tinggal anda filter saja mana yang pantas anda jadikan masukan buat diri anda. Anda pun bisa belajar dari pengalaman masa lalu diri anda sendiri, atau dengan membaca lebih banyak biografi tokoh-tokoh dunia maupun lokal.

Hal paling penting dari semua hal diatas adalah, siapkan note atau catatan supaya anda bisa mengingat secara lebih rinci dan selalu memotivasi diri. Note adlaah hal penting bagi saya. Semua catatan penting saya ada dalam buku, komputer, flashdisk dan juga blog. Sewaktu-waktu saya bisa buka dan baca kembali. Dan saya tidak harus menunggu orang lain untuk menyemangati diri saya (saya mah apa atuh? hehehe). Artinya, kesadaran diri untuk menjadi lebih baik dan lebih sukses kedepannya harus terus dimotivasikan ke diri sendiri karena hanya diri kita yang mengerti bagaimana diri kita yang sebenarnya.

Demikian dari saya, selamat membaca, selamat mencari yang gratisan!!!

Thursday, August 20, 2015

#SelfReflection: Bersyukur

85289-Self-confidence-quotes-20
Mau terus menggerutu? Ingat hidup ada senang dan enaknya juga.
Mau terus merasa happy dan bahagia dengan selalu tersenyum gembira, eh ingat hidup ada susah dan diujinya juga.
Mau jadi pilot, eh lihat kabar berita ada pesawat jatuh dan hilang. Mau jadi Nahkoda eh ada kabar kapal tenggelam dan nasib awak kapal yang ditinggal selingkuh istrinya. Mau kerja jadi marketing di kantor pusat di kota besar, eh banyak kasus korban pulang malam jadi perkosaan dan atau narkoba karena pergaulan bebas dan obat-obatan. Mau memulai ini itu jadi tetap salah.
Ya, karena hidup sudah dalam satu set secara konsisten ada susah dan senang, ada atas dan bawah, ada sedih dan bahagioa, ada hitam dan putih, ada kanan dan kiri. Hidup sudah konsisten, tapi kita perlu lebih dari sekedar konsistensi, kita memerlukan komitmen.
Jika dalam bermimpi, dalam bercita-cita saja sudah tidak berani komitmen dan konsisten, kita hanya akan terombang ambing. Mau sampai kapan mengurungkan diri untuk berbuat sesuatu? Mau sampai kapan merubah impian? Mau sampai kapan terus menggerutu dan mencari celah. Hidup ini tidak selalu menang dan untung, kadang harus kalah dan berkorban.
_________________________________________________________________________________
Pagi tadi dalam seminar saya di #IAIN #SyechNurjati #Cirebon dengan judul: Entering Global Era through Better English saya sempatkan diri untuk menanyakan dan menyampaikan 3 hal.
  • Siapakah anda?
  • Apa cita-cita atau impian terbesar dalam hidup anda?
  • Apa yang selama ini sudah anda lakukan dalam pencapaian cita-cita tersebut? Dan seterusnya setelah ini, apa yang akan anda lakukan?
Masyarakat Ekonomi Asia, dan Indonesia akan jadi tuan rumah pembukaan bagi program ini. Apa yang saat ini terjadi? Kita terlalu banyak bermimpi, terlalu sering tidak konsisten dan tidak komitmen dengan apa yang dimpikan dan dicita-citakan. Terlalu banyak mencari alasan untuk mengurungkan niat untukmaju dan berhasil, terlalu sensitif dengan kemampuan diri dan terlalu takut melihat persaingan yang terjadi daripada sibuk menjadikan diri lebih baik lagi, menguasai skills lebih sempurna, dan seterusnya.
Kita butuh keberanian dalam memutuskan untuk jadi apa, dan bagaimana untuk menyikapinya. Dan dimulai dari untuk tetap kosisten dan komitmen. JIka lulusan S1 saja tidak komitmen dan konsisten, jika mereka yang sarjana saja takut dengan persaingan global yang akan terjadi, maka...apa yang terjadi dengan mereka yang berada dibawah lulusan mereka, gelar mereka.
Teman, hidup bukan lagi soal sertifikat atau ijazah dan darimana dan kemana kita datang dan pergi, hidup menginginkan kita konsisten dan komitmen, pangkal dari keberanian diri untuk menatap masa depan. Mulailah konsisten dan komitmen dengan diri anda saat ini dan apa yang diimpikan.

Wednesday, August 19, 2015

#Self Reflection: Merdeka!!!

Apakah benar jika kita semua telah benar-benar merdeka?
#Self Reflection: Merdeka!!!

Pertanyaan saya cukup simpel. Harusnya jawabannya simpel bagi anda yang sudah merasa merdeka. Tapi benarkah anda sudah merdeka? Apa buktinya anda sudah merdeka?
Pernahkah ada seseorang bertanya, siapa namamu?  Lalu anda merasa malu menjawab nama karena aksen nama anda menggambarkan dari mana anda berasal. Anda berharap bahwa anda memiliki nama yang berbeda, nama modern, nama yang biasanya dipakai konglomerat. Ataukah merasa nama anda terasa #ndeso, #jadoel, tidak modern sama sekali.
Pernahkan seseorang bertanya kepada anda, apa pekerjaanmu? Lalu anda menjawab dengan penuh keraguan. Saya cuma orang biasa, pekerja biasa di perusahaan biasa. Anda tidak sedikitpun menampilkan simpulan senyum kecuali anda merasa pekerjaan anda seperti tali yang mengikat kencang dam menyeret anda dalam penderitaan. Anda merasa terbebani dan merasakan pekerjaan ini sebuah hinaan tidak langsung.
Lalu pernahkah anda mendapatkan pertanyaan, agamamu apa? Kau jawab jenis agamamu dengan bangga. Lalu seseorang itu melanjutkan, kenapa kau pilih agama itu? Dan kembali kau jawab dengan logika bercucuran. Kemudian seseorang tadi kembali menegaskan bertanya, apakah ada pertanyaan dalam batinmu ketika kau peluk agama itu karena bapakmu, ibumu, kakekmu juga memeluk agama yang sama? Benarkah keyakinan yang kau ucapkan tadi, jawaban yang kau layangkan adalah sebuah pertanda bahwa kau merdeka dalam menentukan apa agama yang kau pilih?
Ya...sebuah pertanyaan  renungan, mengenai seberapa merdeka. Tapi bukan itu inti dari tulisan dalam judul ini. Saya bertanya kepada anda siapakah yang berkuasa atas hidup anda selama ini siapa yang berkuasa atas cita-cita anda? Siapakah mempelai yang anda pilih  untuk menemani anda seumur hidup nantinya dan apakah benar atas perasaan yang merdeka atau karena cuplikan orang tua? Benarkah pekerjaan yang anda jalankan adalah yang anda cita-citakan bukan atas bimbingan meditatif orang tua karena melihat pengalaman saudara tua atau keponakan jauhnya yang berhasil karena jalan itu.
Kelak, anda akan hidup sendiri bersama keluarga yang anda pilih, dengan kehidupan sosial tempat anda memilih ladang kerja dan rumah yang anda bangun dan pilih sendiri. Orang tua anda ada masa kontrak hidupnya, istri anda dan anak anda juga bahkan diri anda juga. Tapi menetapkan kemerdekaan atas diri sendiri adalah sebuah pernyataan yang sulit. Saya pikir anda atau saya sudah merdeka.
Kadang anda harus terikat, anda harus mengikat, karena anda tahu tidak selamanya bergantung itu jelek, mandiri dan merdeka itu bagus. Tanpa penuntun siapalah anda atau saya. Tanpa petunjuk siapalah anda, saya atau kita.
Yang penting kita tidak merdeka yang sembrono, bukan merdeka, tapi tak peduli. Ada asas-asas yang harus anda dan saya teguhkan. Kemerdekaan adalah sebuah pilihan, tapi jangan menjadi budak nafsu dan egosentris pribadi, lalu berteriak sekencang mungkin tanpa memperdulikan telinga orang lain, berbuat sesuatu secara merdeka lalu melupakan atas ada hak orang lain atas apa yang kita perbuat.
Ini hanyalah sebuah perenungan. Anda dan saya akan tahu jawabannya. Suatu saat yang indah nanti.
Posted from WordPress for Android

Monday, August 17, 2015

#Self Reflection: Who am I?

Satu hal pertama yang harus dilalui untuk mencapai tahapan kehidupan tertinggi bagiku adalah seberapa mampu kita menjawab pertanyaan mengenai siapakah diri kita. Sebuah pertanyaan yang terdengar naif dan sangat mudah dijawab dan rasanya konyol. Sebuah pertanyaan yang jika kutanyakan kepada kebanyakan orang justru mereka kembali balik bertanya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya terus memiliki jawaban yang berkembang dan berubah dari waktu ke waktu atau justru bisa sangat konsisten. Sebuah pertanyaan yang memiliki jutaan jawaban atau bisa jadi hanya satu jawaban. Sebuah pertanyaan yang indah.

Who Am I?

Namaku, Sari....aku Yanti...aku Nani...Aku Simatupang....Aku Heras...Aku Jaka....Aku dan aku dan aku. Tentang sebuah nama. Dirimu selalu lebih besar dari itu. Seperti halnya kemarin kubaca sebuah statement bagus, "Sebenarnya kita semua telah dihadiahkan dengan paket yang sempurna, sayangnya sebagian besar kita melupakan membuka paketnya".

Lalu siapakah aku?

Aku adalah sebuah keberadaan. Sebuah ciptaan yang penuh dengan kesempurnaan. Aku bagian dari sebuah kejadian, dan pula bagian dari sebab akibat. Aku adalah seorang pejalan kaki, aku adalah seorang muslim, pula aku adalah seorang pekerja, penikmat kehidupan, dan pembelajar. Aku bagian dari kebaikan yang menginginkan kemerdekaan dari perbudakan bisikan kejahatan. Aku adalah bunga, aku adalah matahari, aku adalah planet, aku adalah langit, aku adalah orbit itu sendiri.

Aku mengendarai itu semua. Aku adalah imaginasi, tapi aku adalah realita itu sendiri. Aku adalah bagian dari perwujudan, dan aku adalah bagian dari kehendak, permintaan, lalu perbuatan. Aku adalah aku. Aku adalah peminta, aku menginginkan setiap bulir kebaikan Tuhan dan setiap tetesan keberkahan. Aku adalah incaran kematian, dan aku adalah kehidupan. Aku adalah aku...aku adalah aku.

Aku bukan kamu, dia, atau mereka. Aku mengendarai kesucian kehendakku. Aku adalah kebebasan itu sendiri. Akubadalah a hingga z, aku adalah bagian dari setiap ayat. Aku adalah kumpulan torehan garis. Aku adalah tanah, air, batu, cahaya, dan akubadalah gumpalan daging, aku adalah api, dan aku adalah semburan mani.

Lalu siapa aku? Aku adalah hamba, seorang dengan kendara agama, aku adalah sujud, aku alas sajad itu. Aku adalah harapan Tuhan. Aku adalah gumpalan keinginan yang terbentuk dalam kejadian lalu merogoh perwujudan. Aku adalah aku...aku bukanlah kamu atau semua diluar batasku. Aku adalah keterbatasan.

Aku muslim, aku islam, aku iman, aku adalah bagian dari kehidupan ini. AKu Kristen, Aku katolik, Aku hindu dan seterusnya. Aku bagian dari ketenangan. Aku bagian dari kebahagian. Aku bagian dari syukur.

Aku dan sejuta paket yang diikutkan bersamaku. Didalamku terdapat sejuta permintaan dan harapan. Didalamku terdapat kepercayaan orang, dan permohonan mereka. Didalam diriku terdapat sejuta kesantunan bapak ibuku, sejuta senyum dan doa penuh welas asih mereka.
Karena itu lah aku ada. Mata ini hanya sebuah jendela yang mengajarkanku...telinga ini pula bersifat sama. Aku telah menjadi sebuah perilaku, aku telah menjadi yang disebut seutuhnya manusia...sampai nantinya menjadi khalifah setelah seluruh jawaban yang terbungkus dalam doa, harapan, pinta itu...terjawab.

Tentang aku masih belum cukup...dan akan terus tumbuh. Tuhan mengajarkanku menjadi akar, daun dan ranting, serta memahamkanku filosofi tumbuh dan berkembang seperti bertemunya putik dan benang sari. Tuhan yang mengajarkanku melebarkan senyum setelah menggurat langit dengan warna pelangi. Tuhanlah yang telah mengajarkanku berani dan membara seperti tulusnya mentari dan welas asihnya rembulan. Tuhan yang mengajarkanku tak sendiri, setelah malam bergelar jutaan gemintang.

Aku adalah sebuah buku yang sedang terus diisikan oleh pena pena...aku adalah seekor gembala ternak yang terus digembalakan oleh kehidupan yang mengajarkan bagaimana menikmati dan bersyukur.

Aku tak hanya belajar setiap goresan hijaiyah atau latin...tapi setiap goresan itu memaknai siapa aku....sebagai hamba illahi yang terus mencari ridhoNya.

Just be You

Sunday, August 16, 2015

#Self Reflection: Beramah tamah dengan Peluang

Peluang
Peluang
Sepanjang hidup kita tidak akan bisa menghitung berapa jumlah peluang baik dan membesarkan yang hadir. Tapi begitu banyak peluang yang terlepaskan begitu saja. Serigkali ketika kita mendapatkan peluang, justru kita tidak mengambilnya. disaat kita berusaha mencari peluang, justru sering kali kita seakan-akan tidak menyaksikan satupun peluang yang memudahkan hadir menghampiri kita.

Berbicara mengenai peluang; peluang tidak hanya hadir bagi kaum pebisnis saja, melainkan peluang dapat hadir sebagai faktor penentu kebaikan bagi masa depan entah dalam jangka panjang maupun jangka pendek bagi siapapun. Adapun peluang bagi keberhasilan dalam dunia pendidikan, yang ke depan bisa memberhasilkan dan membaikkan seseorang dalam sisi pendidikan. Atau peluang asmara, dimana seseorang menentukan kebaikan bagi masa depannya dalam hal pembentukan hubungan yang baik dan membangun  ke-sakinnah mawadah dan warohmah-an dalam berumah tangga dan berkeluarga. Adapula peluang dalam dunia karier yang kerap kali berhubungan jabatan, promosi, pangkat, business relationship yang menentukan besar kecilnya keberhasilan usaha baik usaha pribadi maupun karier dalam berorganisasi.

Nah, bagaimana dengan peluang anda?

Tulisan ini saya buat karena saya sering melihat masih banyak diantara kita yang kurang begitu sadar akan keberhasilan masa depan karena gagal beramah tamah dengan peluang. Saya ingin menyampaikan beberapa tips yang bisa digunakan bagi anda untuk menyetujui asumsi saya. Berikut tips untuk beramah tamah terhadap peluang agar peluang hadir bertubi-tubi dalam kehidupan anda:
  • Jadilah pribadi yang ceria dan mudah beramah tamah
Banyak orang ingin menjadi pribadi yang dihampiri banyak peluang keberhasilan namun gagal karena wajahnya yang kurang bisa beramah tamah, jauh dari keceriaan, dan lebih suka mengisolasi diri dari lingkungan dan sosial, dan seringkali bertatap wajah dengan tampang galau, sedih, atau pemarah dan pencemburu juga cemberut bin manyun.
Coba sesekali anda bercermin dan perhatikan bagaimana kontur wajah anda. Perhatikan baik-baik karena ada wajah yang cukup dengan senyum saja sudah bisa membangkitkan aura keceriaan diwajahnya. Sedangkan ada pun wajah yang harus dengan tertawa, memperlihatkan sedikit giginya, baru nampak aura bercahaya yang bersahabat dengan setiap orang.

Sekian banyak orang gagal karena tidak mengenal dirinya sendiri dan bagaimana berperilaku dan bertanggung jawab terhadap apa yang dimiliki, betapa manisnya ketika anda tersenyum, sepele bukan. Hal ini berkaitan erat dengan kesialan dan lepasnya banyak peluang besar yang datang ketika anda susah tersenyum. Anda akan dijauhi dan orang akan sulit berdekatan dengan anda, siapa yang mau menawarkan peluang bisnis kepada penggerutu yang sebentar saja sudah minta waktu curhat.

Perhatikan pula suara ketika anda berkomunikasi dan konten atau isi dari apa yang seringkali anda sampaikan ketika asyik berbincang dengan orang lain. Apakah anda termasuk orang yang ramah, atau sebaliknya anda seperti seseorang yang sedang marah? Lalu perhatikan bagaimana orang-orang berhasil dan besar berkomunikasi, mengenai volume dan standard suara, serta isi atau bobot pembicaraan meskipun dalam situasi non formal sekalipun.

Mimik wajah yang bergembira dan aturan nada dan volume suara yang tepat dengan konten yang berbobot menjadikan anda akan dinilai sebagai seorang calon berhasil dan sukses. Keceriaan akan memancing mulai dari keluarga, rekan kerja, tetangga untuk pula beramah tamah terhadap anda. Dan akan semakin banyak pribadi yang mau dan tidak segan untuk menjadi relasi anda, yang tentu saja akan menghadirkan sekian banyak peluang bagi anda. Dan semakin besar orang yang anda mampu akrabi, semakin besar pula peluang yang akan anda dapatkan.

Perhatikan, untuk memancing ikan yang besar, anda perlu pancing yang kuat dan kail yang besar dengan umpan yang tepat pula. Itulah kegunaan dari wawasan anda yang akan anda gunakan sebagai konten ketika bersosial. Jadi pastikan pembicaraan anda berbobot dan produktif, mulailah dengan banyak membaca dan mempelajari banyak wawasan, peluang tidak akan menghampiri orang yang ramah namun tidak berwawasan.
  • Jadilah pribadi yang mudah memaafkan
Lebih banyak lagi tipe pencemburu dan pendendam yang kehilangan banyak kesempatan memiliki kehidupan yang lebih baik. Semua agama pasti menyampaikan bahwa dendam dan cemburu itu sesuatu yang sangat memboroskan waktu anda dengan lebih banyak keburukan, membakar rejeki anda.

Pribadi pencemburu dan pendendam selalu berkaitan dengan sisi emosional yang tinggi dan pemarah. Satu kemarahan dapat menghabiskan seluruh energi pikiran dan perasaan anda yang seharusnya bisa digunakan untuk kebaikan yang membaikkan, pemikiran yang produktif, karena anda justru terfokus dengan mencemburui dan mendendam pada seseorang.

Kejahatan pikiran akan berbisik secara terus menerus untuk membentuk pikiran dan prasangka negatif si pencemburu untuk terus berpikir hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi sehingga menjadi mungkin untuk terjadi, dan bisa jadi dari yang belum terjadi akan sangat mungkin untuk terjadi.

Pribadi yang mudah memaafkan justru menjadi sahabat bagi semua pihak. Pribadi yang mudah memaafkan memahami bahwa ”Peluang berasal dari arah yang tidak pernah bisa disangka”, bisa hadir dari manapun dan siapapun. Bisa jadi salah satu peluang datang justru melalui orang yang pernah berbuat kesalahan kepada anda, dan anda dengan mudah telah memaafkannya.

peluang
  • Pribadi yang dicintai itu yang sopan dan bermanfaat
Sopan itu tak harus selalu nampak formal dan membosankan. Sopan merupakan bagian dari bagaimana cara anda menghargai orang yang anda hadapi. Kesopanan meliputi tidak hanya sekedar tutur kata, tapi mulai dari cara memandang, cara berpakaian, cara menyajikan sesuatu baik itu materi hingga hidangan sekalipun, cara duduk, dan lain sebagainya. Sopan berarti anda dapat menbempatkan diri, dapat membentuk perasaan yang menyenangkan dan menenangkan, membuat  nyaman setiap orang yang ada disekeliling anda dengan setiap perilaku, sikap dan cara anda merepresentasikan segalal sesuatunya.

Kebanyakan orang mengalami lupa diri sehingga lepas kendali sehingga seringkali menjadi starter awal penilaian negatif terhadap seseorang. Pribadi yang sopan selalu lebih waspada dan berhati-hati. Pribadi yang sopan selalu berhasil dalam pengendalian diri terhadap keberadaan dirinya, dan inilah yang berkaitan dengan pribadi yang bermanfaat.

Pribadi yang sopan selalu tahu kapan dirinya bisa hadir sebagai orang yang memberikan manfaat dan kebaikan. Dia akan memahami benar situasi dan kondisi berhubungan dengan sikap dan tindak lanjut yang harus diambil dan dijalankan. Dalam artian, sopan itu tidak harus selalu diam dan pada akhirnya merasa bosan. Seseorang tidak nampak sopan ketika tiba peluang baginya untuk berbicara dan beraksi justru dirinya memilih untuk diam dan berpangku tangan. Anda tahu kapan dan mengapa alasa anda mengambil tindakan. Sopan adalah sebuah bentukan kecerdasan yang tidak terbentuk secara alamiah, anda belajar dari lingkungan, anda belajar dari bahwa anda akan merasa tidak nyaman dengan orang yang tidak dapat menahan diri, dan anda lebih memilih untuk dapat menjadi pribadi yang sebaliknya. Sopan terbentuk dari betapa luasnya wawasan anda.
  • Jadilah pribadi yang banyak berdoa
Faktor utama dan paling penting adalah mengenai bagaimana beramah tamah dan bersopan santun terhadap Sang Pencipta. Pribadi yang rajin berdoa, akan meminta apapun yang dia inginkan dengan cara-cara yang sopan, tutur kata yang baik dan penuh pujian, nampak ceria wajahnya yang menampilkan bahwa Tuhan selalu memberikan apa yang dimintanya, pertanda bahwa dirinya adalah pribadi yang selalu bersyukur. Maka sudah pasti dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhannya.

Pribadi yang banyak berdoa memiliki keyakinan bahwa Tuhan selalu mendengar dan memberikan apa yang dimintanya. Dengan ini, dirinya memiliki keyakinan dan keimanan yang teguh dan kukuh terhadap apa yang dicita-citakan. Karena baginya, tiada satupun penghalang atas kuasa Tuhan.

Kepercayaan diri yang tinggi dengan kokohnya pendirian terhadap apa yang dicitakan menjadikannya pribadi yang anti malu, anti galau dan terlebih menjadikannya menjadi pribadi yang anti jatuh terhadap kegagalan. Dirinya jauh dari kesedihan karena selalu beranggapan bahwa kegagalan adalah jalan menuju keberhasilan. dirinya meyakini bahwa tiada seseorang dikatakan beriman jika belum diuji keimanannya, dalam artian sebelum berhasil seseorang harus berani diuji dengan kejatuhan. Pribadi seperti ini, mengerti benar, bahwa jika anda dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan menciptakan banyak peluang dan akan memampukan anda dengan wawasan dan keberuntungan.
  • Melatih diri dengan kebebasan berpikir besar
Jika tahu Tuhan itu Maha Pemurah, Maha Pemberi, Maha Mendengarkan mengapa masih saja berpikir sesuatu yang kecil dan sempit. Pribadi yang bisa mendapatkan peluang yang banyak dan besar melatih dirinya dengan belajar berpikir besar, bahwa Tuhan sanggup menjadikan dirinya sebesar apa yang dia pikirkan.

Sementara orang yang berpikir sempit selalu belajar menjadi peramal dengan menebak-nebak kehancuran, kapan matinya, dan peluang jatuhnya serta sakit yang akan diderita. Yang berpikir sempit justru terlalu berhati-hati sampai kadang lupa untuk segera mengambil tindakan karena terlalu berhati-hati.Orang-orang seperti ini hanya berpikir dan bermain aman, hanya bisa melakukan segala sesuatunya dengan sangat terbatas.

Bebaskan diri anda untuk belajar berpikir besar tanpa menutup semua kemungkinan yang membesarkan anda, karena Tuhan mampu dan sanggup menjadikan anda sebesar apapun yang anda mampu dan bahkan tidak mampu pikirkan. Jangan menjadi pribadi yang membatasi diri dan justru menjadikan diri semakin dipenuhi dengan kekerdilan dan kegagalan yang dimulai dari berpikir takut, cemas, dan galau. Orang-orang besar selalu berani mengambil resiko, bernyali untuk melakukan lompatan yang berbeda, karena mereka berpikir besar.

Nah demikian dari saya untuk sesi renungan sebagai penutup posting pada malam ini. Paling tidak, kita sudah harus menyadari, semakin kesana, semakin kita tua, hidup bukannya semakin mudah. Kita tidak akan terus dapat bergantung dengan orang tua dan orang lain. Tidak ada penjamin sebaik Tuhan, tidak ada penjamin sebaik kita menjamin diri kita sendiri dengan perubahan yang lebih baik. JIka anda terlalu lunak dengan diri anda, perhatikan bagaimana hidup akan keras dengan anda. Mulailah dengan beramah tamah, memaafkan, bersyukur dan mendoakan diri anda sendiri, ini adalah cara paling mudah.
Selamat merenung, selamat menempuh kehidupan yang lebih berhasil dan bermanfaat.

#Self Reflection: Consistency and Commitment

85289-Self-confidence-quotes-20

Mau terus menggerutu? Ingat hidup ada senang dan enaknya juga.

Mau terus merasa happy dan bahagia dengan selalu tersenyum gembira, eh ingat hidup ada susah dan diujinya juga.

Mau jadi pilot, eh lihat kabar berita ada pesawat jatuh dan hilang. Mau jadi Nahkoda eh ada kabar kapal tenggelam dan nasib awak kapal yang ditinggal selingkuh istrinya. Mau kerja jadi marketing di kantor pusat di kota besar, eh banyak kasus korban pulang malam jadi perkosaan dan atau narkoba karena pergaulan bebas dan obat-obatan. Mau memulai ini itu jadi tetap salah.

Ya, karena hidup sudah dalam satu set secara konsisten ada susah dan senang, ada atas dan bawah, ada sedih dan bahagioa, ada hitam dan putih, ada kanan dan kiri. Hidup sudah konsisten, tapi kita perlu lebih dari sekedar konsistensi, kita memerlukan komitmen.
Jika dalam bermimpi, dalam bercita-cita saja sudah tidak berani komitmen dan konsisten, kita hanya akan terombang ambing. Mau sampai kapan mengurungkan diri untuk berbuat sesuatu? Mau sampai kapan merubah impian? Mau sampai kapan terus menggerutu dan mencari celah. Hidup ini tidak selalu menang dan untung, kadang harus kalah dan berkorban.
________________________________________________________________________________________________'
Pagi tadi dalam seminar saya di #IAIN #SyechNurjati #Cirebon dengan judul: Entering Global Era through Better English saya sempatkan diri untuk menanyakan dan menyampaikan 3 hal.
  • Siapakah anda?
  • Apa cita-cita atau impian terbesar dalam hidup anda?
  • Apa yang selama ini sudah anda lakukan dalam pencapaian cita-cita tersebut? Dan seterusnya setelah ini, apa yang akan anda lakukan?
Masyarakat Ekonomi Asia, dan Indonesia akan jadi tuan rumah pembukaan bagi program ini. Apa yang saat ini terjadi? Kita terlalu banyak bermimpi, terlalu sering tidak konsisten dan tidak komitmen dengan apa yang dimpikan dan dicita-citakan. Terlalu banyak mencari alasan untuk mengurungkan niat untukmaju dan berhasil, terlalu sensitif dengan kemampuan diri dan terlalu takut melihat persaingan yang terjadi daripada sibuk menjadikan diri lebih baik lagi, menguasai skills lebih sempurna, dan seterusnya.

Kita butuh keberanian dalam memutuskan untuk jadi apa, dan bagaimana untuk menyikapinya. Dan dimulai dari untuk tetap kosisten dan komitmen. Jika lulusan S1 saja tidak komitmen dan konsisten, jika mereka yang sarjana saja takut dengan persaingan global yang akan terjadi, maka...apa yang terjadi dengan mereka yang berada dibawah lulusan mereka, gelar mereka.

Teman, hidup bukan lagi soal sertifikat atau ijazah dan darimana dan kemana kita datang dan pergi, hidup menginginkan kita konsisten dan komitmen, pangkal dari keberanian diri untuk menatap masa depan. Mulailah konsisten dan komitmen dengan diri anda saat ini dan apa yang diimpikan.

#Self Reflection: Rahasia berdekatan tanpa jarak dengan Tuhan

Luar biasa-nya kehidupan ini tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata yang dapat menggambarkannya. Tanpa kita sadari, dari bermula dari dalam kandungan seorang ibu, kita sekarang bertambah usia, dan menghadapi kehidupan yang penuh dengan hal-hal luar biasa ini. Kemampuan kita untuk menyadari hanya terbatas oleh memori-memori yang masih terekam dalam otak kita, atau melalui media foto, audio dan video saja. Sedangkan kita terlebih banyak melupakan hal-hal lain. Seiring bertambahnya usia, bertambah rumit hal-hal dan kejadian dalam kehidupan kita.

wpid-fb_img_1430650005898.jpg

Di mulai dari masa kanak-kanak dimana kita masih sangat bergantung pada keluarga, masuk pada masa dewas, masa sebelum menikah yang penuh dengan studi akademis di sekolah maupun bimbingan lembaga pendidikan lain, hingga dewasa setellah terjadinya pernikahan dimana kita telah memiliki momongan dan pada akhirnya menjelang masa tua dan mendekatnya ajal.

Siklus kehidupan yang benar-benar mengagumkan, sangat luar biasa. Tapi lihat, sebagian besar dari kita, diantara kita masih jatuh dan bahkan tidak dapat berdiri dalam menjalani peran kehidupannya. Mereka yang terjerat masalah kehidupan, yang berdatangan silih berganti, baik pribadi maupun sosial dan agamis. Maka sebagai manusia, ciptaanNYA, kita dan mereka pun berhadapan dengan perihal kehidupan yang sangat luar biasa. Mampukah kita menghadapi perihal peranan kehidupan yang harus kita jalani untuk dapat sekedar "dapat lolos" atau benar-benar ingin bahagia?

Benang merahnya adalah sejauh mana kita mampu meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi perihal peranan kehidupan tadi. Yakni peningkatan pendewasaan dan kebijaksanaan, kesabaran dan keikhlasan, dan yang terpenting adalah rasa syukur kita terhadap Sang Maha Kuasa. Inilah yang disebut kebahagiaan.

Tulisan ini saya buat karena melihat perjalanan saya pribadi dan orang-orang yang hidup di lingkungan dan bahkan melihat dari kenyataan-kenyataan lain, melalui mass media dan media elektronik; yaitu bagaimana kita dapat menjalani peranan kehidupan ini. Yang saya ingin bahas adalah tentang curhat, curahan hati, dimana seorang manusia berharap untuk dapat didengarkan guna mengurangi beban dan merasa lega atau bahkan berharap untuk dapat menemukan solusi. Tujuan dari curhat (curahan hati) pada umumnya adalah berusaha untuk didengarkan dengan harapan mendapatkan solusi bagi masalah yang dihadapi seseorang.

Kesalahan fatal bagi beberapa orang adalah tidak menemukan orang yang tepat sebagai pencurahan isi hati, atau bahkan tidak dapat menemukan solusi bagi permasalahan yang dihadapinya. Sehingga tindakan akhirnya adalah hanya sebuah kepasrahan, keikhlasan, syukur dan tabah, atau berupa penyesalan, kekesalan, menggerutu, bertindak menyimpang sebagai pelarian, dan bahkan mengakhiri hidupnya.

Sayang bukan? Tuhan tidak akan memberikan masalah kepada seseorang dimana orang tersebut tidak dapat menanggungnya. Dengan kata lain sebenarnya selalu ada jalan keluar bagi setiap kebuntuan. Dan curahan hari atau curhat adalah jalan keluar yang biasanya digunakan seseorang jika merasa terpojok dan tidak menemukan jalan keluar. Namun bagaimana jika anda benar-benar menemui kebuntuan setelah anda banyak berharap pada sesama manusia?

Manusia adalah ciptaan dengan kemampuan yang luar biasa, namun tidak semua manusia bisa memanfaatkan kelebihan yang diberikan oleh TUHAN. Pada kenyataannya, tidak semua manusia membuka hadiah paling besar dalam kehidupannya, paket yang telah disiapkan oelh Tuhan, metode berpikir yang benar.

Jika anda merasa terpojok dan hanya menemukan jalan buntu, sedangkan anda sudah merasa berdoa namun masih saja belum menemukan solusi, apakah ini berarti sebuah kebuntuan dan masalah ini berarti di luar kemampuan anda? Tunggu dulu, jangan tergesa-gesa mem-vonis hidup anda.

Pertanyaannya, sudahkah anda berdoa atau curhat dengan benar terhadap Tuhan? Atau benarkah Tuhan tidak mendengarkan doa-doa dan curhatan anda?

Kesalahan praktis dalam mem-vonis ini seringkali menghancurkan hidup manusia. Dalam setiap doa anda dan curhat anda kepada Tuhan, sebenarnya DIA telah memberikan jawaban. Namun kekalutan dan ketakutan manusia yang sedang dirundung permasalahan justru membuatnya semakin jauh dari jawaban itu. Mereka cenderung mencari jawaban dari pendapat orang lain, padahal bisa jadi Tuhan memberikan jawaban dalam diri mereka sendiri, namun mereka tidak sensitif dan bahkan mereka tidak berani mengikuti jawaban itu.

Tapi tunggu, tulisan ini bukanlah kajian agamis, melainkan lebih menekankan pada sisi psikologis dan mental manusia. Manusia memiliki sifat baik dan buruk, atas dan bawah, kanan dan kiri. Sifat baik ini akan mendekatkan anda pada jawaban yang anda cari, adalah ikhlas, sabar, pasrah dan syukur. Namun terdapat sifat buruk berupa takut, cemas, khawatir, dan munafik; sifat-sifat inilah yang cenderung menjauhkan seseorang dari jawaban yang dicari.

Contoh kasus, seseorang yang terlilit hutang hingga ratusan juta bahkan dengan angka fantastis diatas kemampuan ekonominya. Untuk mengatasinya dia harus kehilangan apapun yang dimilikinya, termasuk rumah dan kendaraan mewah. Dalam doa dan curhatnya dia meminta pertolongan Tuhan, namun dalam kehidupan nyata, dia takut kehilangan kepemilikannya. Dia berusaha mencari hutang di sana-sini untuk menutup lubang, curhat kepada orang untuk mendapatkan pinjaman. Namun ketika dia tidak mendapatkan hasil dan harus kehilangan segala kepemilikannya, kemewahannya, dia justru hilang kendali, stress, depresi. Siapapun pasti takut kehilangan, akan tetapi yang perlu anda ingat, kembalikan semua permasalahan anda pada Tuhan.

Jika memang harus kehilangan sesuatu, maka ikhlaskan dan tabah. Jika anda terpojok dan merasa jauh dari pertolongan, maka kembalilah padaNya, bermohonlah padaNya. Tuhan tidaklah jauh dari anda, melainkan Dia lebih dekat dari urat leher anda sendiri. Jika dengan kehilangan kekayaan anda adalah sebagai pemecahan masalah anda, maka itulah jawaban bagi anda. Jika kematian adalah jawaban dari ujung perobatan anda yang sedang mengidap penyakit parah, maka kembalikanlah pada Tuhan, bermohonlah padaNya. Saya mengatakan Tuhan tidaklah jauh, karena ya, itu memang benar. Kemajuan zaman dengan teknologinya yang semakin canggih justru menjauhkan manusia dari mengingat kebesaran Tuhannya.
Pernahkah anda melihat seseorang yang datang ke dokter lalu mendapat vonis mati dalam beberapa hari atau bulan, akan tetapi dalam kepasrahan dan keyakinannya pada Tuhan akan kesembuhan terhadap penyakit parahnya, justru dia semakin membaik dan bahkan melewati ajal yang ditetapkan seorang dokter ahli. Bagi anda yang memang merasa hidup anda penuh dengan permasalahan genting yang bertubi-tubi, saya ingin anda membaca posting ini. Saya tidak sedang berusaha untuk memberikan jawaban atau solusi pada anda, namun saya hanya bisa memberikan semangat kepada anda untuk dapat tetap bertahan. Dan anda dapat memulainya dari diri anda sendiri saat ini.

Jika anda merasa terpojok dan tidak bisa keluar, bisa jadi Tuhan memang sedang memperingatkan anda. Apa yang dapat anda lakukan? Kembalikanlah semua padaNya dan mendekat padaNya.

Berikut saya akan memberikan beberapa teknik universal, teknik global, yang sering digunakan oleh orang-orang yang menghendaki dirinya dapat menjadi lebih kuat dalam menghadapi cobaan dan permasalahan yang diberikan kepadanya. Demikian saya mengatakan sebagai teknik global, karena ini bukanlah teknik agamis, namun anda pun sering menjumpainya dalam setiap agama, dalam norma keberadaban, norma kehidupan.

Teknik ini di sebut sebagai #syukur. Bersyukur adalah sebuah cara meditasi, sebuah cara berdoa yang dipenuhi dengan banyak elemen kesabaran, kepasrahan, narimo, berkesediaan, ikhlas, sebuah cara mengambil tindakan sebelum bertindak lebih jauh. Apa efek besarnya bagi yang menjalani teknik ini? Tentu saja bagi yang menjalani harus kehilangan harta benda ataupun kematian seseorang, teknik ini bukanlah sebuah jawaban yang bisa digunakan untuk mengembalikan harta yang hilang atau nyawa yang sudah kembali padaNya. Akan tetapi, dengan teknik ini, bagi anda yang merasa bermasalah dan mengalami depresi, anda dapat belajar mengenal ikhlas dan syukur dalam waktu bersamaan. Teknik ini menumbuhkan semangat perjuangan seseorang yang mengalami depresi. Toh, anda tidak akan pernah dapat mengembalikan semua yang telah hilang sekalipun anda memaksa, itu sudah jadi jalan hidup anda, dan Tuhan yang memilihkannya untuk anda berlatih dengannya.

Kesibukan manusia menjadikan teknik ini terlupakan. Dalam diri anda, anda dapat menemukan banyak kebijaksanaan dan kebahagiaan, namun kebanyakan dari anda enggan dan tidak perduli dengan hal itu. Anda dapat menjawab dan menemukan solusi dalam diri anda sendiri, namun ketakutan anda menjadikan anda menemui jalan buntu. Anda terlalu sering tenggelam dalam kesedihan dan ketidak-relaan.

Pada dasarnya teknik ini digunakan manusia pada awalnya adalah untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan filosofis dalam dirinya. Pertanyaan-pertanyaan itu berupa; siapakah aku? Siapakah penciptaku? Bagaimanakah aku diciptakan? Adakah kehidupan di luar kehidupanku? Dan seterusnya. Melihat kegunaannya, bukan berarti anda hanya bisa menjawab pertanyaan filosofis seperti itu saja. Namun anda pun dapat bertanya, “Apakah aku bisa bertahan dengan permasalahan ini?”, “Apakah jalan keluar dari permasalahan ini?”, “Apa yang sebenarnya harus aku lakukan agar dapat bahagia dan apa maunya Tuhan dan kehidupan dari saya?”, dan seterusnya. Karena itulah teknik bersyukur semakin berkembang dan terdapat perbedaan dalam pemahaman dan fungsi dalam penggunaannya.

Berikut saya akan memberikan langkah-langkah dalam teknik syukur ini. Tidak ada salahnya anda mencobanya jika anda memang yakin dan mempunyai keinginan untuk kuat dan berhasil, terutama untuk memahami kebahagiaan yang sebenarnya bagi diri anda sendiri.

Curhat pada Sang Maha Kuasa berarti kita ingin didengarkan oleh-Nya, ingin mendekat dan mendapatkan pertolongan dariNya. Kita ingin dibukakan jalan oleh-Nya.

Bisakah?

Jawabannya SANGAT BISA. Tuhan kan Maha Mendengar. Hanya kita yang sering kali tak mau bicara pada-Nya. Tuhan Maha Pemberi Solusi, hanya kita yang terlalu sombong tuk bertanya pada-Nya. Tuhan Maha Baik. Kita saja yang suka berprasangka buruk pada-Nya.

Caranya sebagai berikut... Pada prinsipnya, semua cara komunikasi yang kita kuasai, bisa dilakukan. Anda bisa teriak atau berbisik. Anda bisa tertawa atau menangis. Anda bisa berkata-kata atau bernyanyi. Anda bisa gunakan bahasa daerah, nasional atau bahasa apapun yang anda merasakan nyaman dalam menggunakannya. Bisa lewat kata atau rasa. Silakan saja. Yang penting, ketika anda mencurahkan isi hati itu anda bisa merasakan kehadiran-Nya.
time-to-pray-now
  1. Doa Panjang
Anda berdoa, namun kali ini usahakan berdoa yang sangat panjang. Jika selama ini anda sering menanggalkan doa, memperpendek waktu dengan meyegerakan diri untuk segera berpaling dari Tuhan dengan melipat sajadah atau keluar dari gereja. Kali ini, berdoa sepanjang mungkin sampai anda merasakan kelegaan di dalam hati anda. Sampai anda merasakan bahwa DIAlah yang paling setia mendengarkan anda bahkan ketika anda berulang kali meninggalkan DIA.

Isi dari doa anda bukan hanya mengenai permintaan saja. Saya wajibkan anda bersyukur, lebih banyak menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Tuhan berikan untuk anda. ”Engkau telah memberiku ........ Karenanya aku menjadi .........Ya Tuhanku, terima kasih.” dan seterusnya. Cobalah sampai anda merasa kelegaanm menghampiri anda, karena dengan begini solusi pasti akan datang, obat dari penyakit anda akan ditemukan, cara dari kemiskinan anda akan dikuak.
  1. Senyum Tuhan
Teknik ini sangat sederhana. Anda tersenyum dan senyum itu anda tujukan untuk Tuhan. Lokasi terbaik adalah di tempat yang lapang. Atau anda bisa melihat langit yang biru atau hitam. Sambil menutup mata pun bisa. Yang penting senyum itu untuk Tuhan. Anda akan merasakan kehadiran Tuhan. Anda dapat menyaksikan betapa besar kuasa Tuhan, seperti bagaimana langit dapat tetap kokoh berdiri padahal tidak terdapat tiang penyangga. 
Bagaimana dan berapa jumlah tangan Tuhan sampai anda harus berpikir DIA harus selalu sibuk mengurus anda padahal ada burung, semut, ulat, kecoa, bahkan daun yang jatuh juga membutuhkan cinta dan welas asihNYA. Anda akan merasa lebih tenang karena adanya pemahaman ini, seolah Tuhan lega dan tersenyum karena anda akhirnya memahaminya.

Cara ini sangat simple dan berbeda dari cara sebelumnya. Anda hanya perlu tersenyum, senikmat mungkin sampai anda merasakan kelegaan, merasakan bahwa Tuhan pun tersenyum kepada anda, sampai anda merasa dapat melebur dengan alam semesta. Senyum ini akan menjadi obat dan kekuatan bagi anda untuk bangkit.
  1. Kesadaran Nafas
Bayangkan anda di akhir hidup anda. Anda tiba-tiba bernafas untuk yang terakhir kalinya. Maka nafas itu akan sangat berharga kan? Teknik ini dilakukan dengan bernafas yang seakan-akan anda bernafas dengan menarik udara yang terkandung energi welas asih Tuhan di dalamnya. Bayangkan nafas itu ditarik oleh paru-paru anda yang lapar, lalu oksigen masuk kedalam jantung dan dipompakan dari pusat. Sementara oksigen dan daya-daya cinta Tuhan tersebar ke seluruh penjuru tubuh anda, tidak ada yang terlewatkan sedikitpun.

Bernafaslah senyaman mungkin, sedalam mungkiun, senikmat mungkin sampai anda merasakan kelegaan, kenyamanan dan harmonisasi yang luar biasa dalam pikiran anda Rasakan nafas tersebut sampai seolah anda merasa sedang bernafas bersama Tuhan. Seolah-olah Tuhan berada dalam satu harmoni dengan tarikan dan hembusan nafas anda, bahkan jika itu adalah nafas terakhir anda, anda akan merasakan kelegaan dan kenyamanan, dijauhkan dari perasaan cemas dan takut. Ini adalah cara simpel lain untuk curhat dengan Tuhan. Dalam setiap nafas ini, anda akan merasakan bahwa pertolongan Tuhan sangatlah dekat dan nyata.

Nah, saya tentunya akan lebih memilih ketiga cara ini daripada sibuk menggerutu akan setiap problematika kehidupan yang dialami. Hidup ini sudah cukup banyak kesulitan yang berlalu lalang, dan menggerutu tidak akan banyak membantu. Jadi saya sering menggunakan cara ini untuk berdekatan tanpa jarak dengan Tuhan. Karena dengan begini semua curhat saya pasti didengarkan. Dan bagaimana dengan anda? Masih mau curhat di media social atau chat?

#Self Reflection: Kesempatan menjadi Peluang

#Renungan: Kesempatan menjadi PeluangKenapa mesti begitu? Pernahkah anda mendengar kisah seseorang yang karena dia terlalu kecewa dengan keadaannya saat itu yang terhimpit hutang banyak dan perekonomian hancur, lalu dia tidak mampu memaafkan keadaan dirinya dan mengambil jalan pintas sebagai seorang pencuri, perampok, begal, dan melakukan tindak yang bertentangan dengan susila dan darmanya sebagai manusia yang mengenal hukum dan agama. Tindakan menjual identitas diri pada suatu tindakan dan pekerjaan yang salah. Sebuah kesalah-kaprahan dalam mengambil sikap.

Memaafkan keadaan merupakan tindakan mulia. Memaafkan tidak hanya terjadi terhadap sesama manusia saja. Memaafkan juga terjadi terhadap diri sendiri, dan terhadap keadaan yang terjadi. Saat anda sedang memaafkan kesempitan dan kesulitan hidup yang terjadi pada diri anda; ketika anda difitnah, dicaci, dimaki, dihina, dikucilkan, dan dihimpit oleh kemiskinan. Dan anda dapat memaafkan keadaan anda dan mulai untuk bangkit dan menyegerakan diri untuk berbuat dan mengambil langkah perubahan sesegera mungkin, try to move on, maka anda sedang memuliakan diri anda sendiri. Ketika anda sedang diberikan ujian dan cobaan dalam hidup, maka sebenarnya anda sedang berproses untuk bahagia. 

Tetapi sebagian besar orang menerima keadaan dengan tangis dan tidak berbuat kebaikan bagi dirinya sendiri. Dan sebagian besar lain memanfaatkan keadaan untuk mengambil jalan pintas yang salah, dengan mencuri dirinya berpikir yang penting bisa makan.
Kesempitan dan terpojoknya anda adalah pendewasaan diri anda sejauh mana anda sanggup menerima keadaan, memaafkannya, lalu menyegerakan diri untuk berbuat kebaikan atau tindakan-tindakan positif. Kesempitan adalah ujian bagi anda sejauh mana anda sanggup membuka lebar cakrawala pikir anda dan membuka kesempitan itu menjadi sebuah peluang untuk menjadi lebih baik. Kesempatan emas muncul dari kemauan dan kemampuan anda memaafkan keadaan. Ketika anda sedang memuliakan keadaan dengan melihat kekurangan diri anda yang menjadi penyebab kesempitan keadaan anda tadi, maka anda sedang melatih diri anda untuk memahami keadaan yang seharusnya anda peroleh.

Maafkan keadaan anda dengan berfokus pada keberhasilan anda melewati tantangan itu. Ketika anda berfokus pada kebahagiaan atau keberhasilan maka anda telah memilih lajur yang benar. Kebanyakan orang melihat kehancuran lebih dekat dengan diri mereka daripada keberhasilan dan kebahagiaan yang akan diperoleh ketika sanggup melewati tantangan itu. Mereka berfokus pada hal yang salah.

Alam semesta bekerja, Tuhan pun bekerja, sesuai dengan apa yang anda fokuskan. Ketika hampir tiap waktu anda tenggelam dalam lamunan kesedihan dan ketidakmampuan anda untuk memaafkan keadaan, maka anda sedang menghancurkan hidup anda karena alam semesta dan Tuhan memberikan apa yang anda minta. Sesuai dengan hukum alam semesta, andalah yang sebenarnya menarik ketidakenakan dan ketidaknyamanan ke dalam hidup anda. Kurangi keluhan anda dan mulailah berkata-kata positif berupa affirmasi dan sugesti bagi diri sendiri.

Mulailah berhenti menyalahkan siapapun dan apapun. Koreksi diri anda dan jadikan momentum ini sebagai usaha terbaik anda, lalu lihat hasilnya. Mulai saat ini, maafkan keadaan anda dengan mengambilnya sebagai pengihatan anda untuk mencari peluang untuk lebih baik. Ketika anda membuka diri anda dengan mensyukuri keadaan anda, maka anda sudah berlatih untuk siap bertarung dalam segala medan kesusahan.

Tidak ada menara dan istana yang dibangun selesai dalam waktu satu malam.
Kesempatan besar anda adalah ketika anda terjatuh dan bisa memaafkan keadaan, menjadikannya sebagai ladang bagi anda untuk menyegerakan berbuat tindakan positif yang dapat membangun mental dan keadaan baru yang spektakuler bagi anda. Memaafkan sama dengan anda menghargai jerih payah anda, memaafkan sama dengan anda melatih bersyukur sekaligus narimo, memaafkan sama dengan anda melatih diri anda untuk fokus terhadap keberhasilan dan melalui apa anda sanggup memperoleh kebahagiaan dan keberhasilan itu. Dan melalui memaafkan keadaan sama dengan anda melihat peluang besar di depan hidup anda, yaitu menjadi lebih baik atau sebaliknya.

Tidak ada waktu terlambat bagi anda untuk mulai memaafkan keadaan anda. Karena anda adalah orang spektakuler yang siap untuk berbahagia dalam setiap keadaan. Sukses selalu untuk anda.

Saturday, August 15, 2015

#Hypnosis: Brain Training 1

#Self Reflection: Simplicity

Berikut saya akan berikan sedikit tips untuk menipu...upps...untuk mendidik otak atau pikiran bawah sadar agar memiliki mental percaya diri dengan cara sederhana.
A : Kamu punya otak?
B : Punya dong.
A: Ah masa sih. Buktinya?
B : Ada dong. Dalam pelajaran biologi menyatakan bahwa manusia memiliki otak.
A : Itu kan teori. Mana buktinya. Kamu pernah lihat otak kamu sendiri kok sampai bisa mengatakan kamu punya otak?
B : /#^@&@(!)@^^#*@(^
___________^______________^__________________
B : Apa agamamu?
A : Agamaku xxx. Emang kenapa?
B : Emang kamu percaya adanya Tuhan?
A : Iya dong.
B : Kamu yakin Tuhan itu ada?
A : Iya percaya. Emang kenapa sih?
B : Buktinya?
A : Kan dalam pelajaran agama, kata Bapak Ibu guru, kata nenek moyang kita Tuhan itu ada, ya percaya aja. Tapi emang ada ko.
B : Emang pernah ketemu atau lihat Tuhan sebelumnya?
A : ×€×£÷^=*÷₩×€#;$_#£÷^=€
_____________^_________________^_____________
Otak kita yang terbiasa terdidik dengan analogis, analisis, matematis, dan seterusnya yang logis logis saja. Sampai sampai jika ditanya mana buktinya kita belum tentu bisa jawab. Namun kenyataannya jika kepercayaan atau belief system kita bagus dan stabil, konsisten dan komitmen. Maka tidak akan ada yang menjadi penghalang. Karena apapun yang menggoda kita,tidak akan menghalangi kita dari meyakini dan mempercayai.
Orang-orang dengan belief system atau tingkat kepercayaan yang tinggi tanpa perlu membuktikan justru pada akhirnya dapat menunjukkan bukti kebesaran dari hal yang dipercayainya.
Nah, kalau begitu silakan menjawab kelanjutan pertanyaan berikut. Mari membuatnya lebih mudah dalam mendidik pikiran bawah sadar kita. Apapun jawaban kita, pilihan kita, selalu ada resiko atas semuanya, dan itulah anda dimasa mendatang. Cepat atau lambat tergantung seberapa yakin anda dalam menjawab.
A : Kamu yakin dirimu akan menjadi orang besar dan memiliki kekayaan melimpah serta hidup bahagia dan bermanfaat?
B : ................ (jawaban anda)
A : Apa yang membuatmu yakin?
B : ................(jawaban anda)
A : Apakah ada bukti?
B : ..............(jawaban anda)
#Self Reflection: Simplicity

#Self Reflection: Successful Mindset

#Self Reflection: Successful Mindset
Suatu pagi yang cukup membuat saya banyak berpikir. Pada hari itu saya mendengarkan beberapa kali yel-yel ala sebuah perusahaan cukup ternama di negeri ini, sebuah perusahaan service provider. #Yel-yel ini dinyanyikan dan diucapkan berkali-kali oleh lebih dari 20 orang staff termasuk sales promotion boy dan girl dan dipimpin oleh 3 orang team leader. Jam 7 pagi, kondisi dimana orang sedang merencanakan untuk memulai pekerjaan. Dan mereka bernyanyi dengan sura cukup lantang sampai terdengar oleh saya yang sedang menyeruput kopi panas di warung sebelah.
Saya jadi teringat ketika saya bekerja di sebuah perusahaan keuangan sebagai Financial Excecutive, dimana setiap pagi, saya dan tim dipaksa menyanyikan dan mengucapkan yel-yel. Ya, setiap pagi kami selalu ada meeting dengan grup lain, dan yel-yel kami tidak kalah lantang dengan yel-yel dari grup lain. Dan pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan,terbiasa bukan dengan yel-yel itu saja, kami terbiasa semangat untuk bekerja, maklum, energi sarapan pagi sudah diolah menuju pikiran dengan kalimat yel-yel yang menginspirasi untruk bekerja semaksimal mungkin, untuk bekerja sesukses mungkin, bukan cuma on target, harus bisa over target.
2 pola yang digunakan oleh 2 perusahaan diatas merupakan salah satu bentuk program pengkondisian #mental. Pekerja akan terinspirasi dengan yel-yel yang dianggap sebagai sugesti positif. Semula, pekerja akan terbiasa dengan yel-yel, pada akhirnya yang diharapkan adalah mental pekerja dapat terangkat dengan pengkondisian tersebut. JIka anda pernah mengikuti salah satu pelatihan Neuro Language Program (NLP), anda pasti pernah mengalami hal dimana trainer akan meminta anda untuk bergabung dengan yel-yel yang dia ucapkan.
Orang-orang sukses dan berhasil selalu memiliki cara untuk memprogram #pikiran dan mental mereka sehingga benar-benar terjaga meskipun tengah berada dalam kondisi sulit. Jika anda benar ingin berhasil dalam apapun yang anda sedang kerjakan saat ini, berikut beberapa tips berhubungan dengan persiapan mental sukses yang ingin saya bagi sebagai berikut:
  • Kenali niat dan tujuan anda. Silakan baca Who am I?
  • Selalu Open Mind. Membuka diri akan membantu anda untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman dan pengetahuan terhadap hal-hal baru.
  • Cari seseorang yang dapat menginspirasi anda dan bergabung dengan penyemangat bukan penggerutu. Siapapun itu pastikan dia sangat #positif. Bergabung dengan mereka yang memiliki semangat maju, berpikir inovatif, dan berani tampil beda secara positif. Ingat sesuatu yang negatif lebih mudah menempel daripada yang positif.
  • Stop cemburu dan menggerutu. Apapun yang ada alami, cobalah cari solusi se-kreatif mungkin. Menggerutu dan cemburu tidak merubah diri anda menjadi lebih special. Baca #Hypnosis: Mengakali Cemburu
  • Hentikan pemutar mp3 dan atau televisi anda jika lagu yang anda dengar tidak memberikan semangat yang berkobar. Jika anda mendengarkan lagu atau menonton acara televisi yang tidak membangun mental positif, mengingatkan anda dengan situasi dan kondisi mantan pacar anda memutuskan anda, memancing anda untuk menyesali keputusan yang telah anda buat sebelumnya, hentikan itu.
#Self Reflection: Successful Mindset
  • Jika anda menginginkan satu hal, cari gambarnya, tempelkan di dinding kamar, atau buat papan visi, atau potong dan simpan didompet. Setiap kali anda mau pergi dan pulang bekerja, atau ketika bangun tidur pagi dan hendak kembali tidur dimalam hari lihat selalu gambar tersebut, bayangkan jika anda sudah memilikinya. Baca #Mind Management: Frekwensi Otak
  • Jangan berhenti jadi orang baik dengan mental dan attitude positif. Murah senyum, ramah, santun, sopan, halus budi pekerti dan tutur kata, selalu memberikan semangat kepada orang lain, dan sifat serta sikap positif lainnya. Ingat bahwa meski anda menanam padi sekalipun, rumput akan ikut tumbuh, namun jika anda menanam rumput, padi tidak akan ikut tumbuh. 
  • Target dan Result oriented. Jika anda berpikir bahwa bos anda menyebalkan karena selalu memberikan target maka anda sedang salah. Orang sukses selalu haus dengan target dan hasil. Mereka bisa membayangkan hasil akhirnya jika target terpenuhi dan terlewati. Mereka berpikir menang sebalum berperang, dan ini adalah api semangat yang sangat diperlukan.
  • Jangan santai, Jangan meringankan sesuatu, ANDA TIDAK AMAN!!! AMBIL RESIKO!!! GAGAL ITU BIASA!!! Bukan hanya buat para pekerja, bahkan jika anda IBU RUMAH TANGGA sekalipun, jangan berpikir anda AMAN!!! Anda harus selalu tampil mengesankan dan berani. Bayangkan jika BOS set target dan anda tidak berani melulu, bos akan cari orang lain yang jauh lebih berani dan full dengan ide dan berani ambil resiko. Bayangkan juga jika anda sudah menikahi seorang laki-laki atau wanita idaman, lalu anda jarang mandi, pakaian sobek-sobek dan bladus masih terus anda pakai, anda tidak segera memandaikan diri dengan kreatif dalam memasak dan berdandan, pitutur anda tidak halus dan perangai yang tidak mau dirubah; suami atau istri anda akan mampir ke warung kopi atau toko sebelah kota yang pegawainya lebih menawan, wangi, halus tutur kata jauh daripada berhadapan dengan anda.
  • Self Programming. Adalah dengan cara setiap kali anda mau berangkat bekerja dan sepulang anda bekerja, atau ketika anda hendak dan telah selesai melakukan sesuatu, pastikan anda mem-program pikiran dan mental anda. Lakukan dengan cara berduduk santai, bisa sambil mendengarkan mp3 dengan lagu penyemangat, lakukan yel-yel penyemangat dan anda ucapkan dalam pikiran anda. Atau bayangkan anda telah mendapatkan apa yang anda inginkan, rasakan bagaimana dengan orang-orang di sekeliling anda yang merasakan senang, kagum, dan berbahagia karena anda. 
  • BERDOA. Saya sengaja meletakkan doa pada sesi terakhir karena saya yakin, anda terkadang lupa untuk berdoa, jarang curhat dengan Tuhan. Anda lebih suka mencurahkan isi hati dengan mantan, bahkan dengan mantannya mantan yang kini jadi sahabat anda. BERDOA akan membantu merelaksasi segala ketegangan pikiran karena jika anda dapat merasakan bahwa Tuhan itu dekat, maka segalanya adalah mungkin dan bisa.
Successful mindset adalah program yang harus anda tanamkan dalam diri anda. Dimanapun anda, siapapun anda, bagaimanapun kondisi anda saat ini; sukses harus jadi bagian dari diri anda. Sukses bukan lah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi siapapun. Silakan merefleksikan diri dengan berkaca, dengan melihat kembali pada diri anda sendiri, dari semua yang disebutkan diatas, apakah ada yang menjadi bagian dari diri anda. Sudahkah anda memiliki mental sukses? Jangan berharap anda bisa sukses jika anda belum memiliki mental tersebut. 
Selamat melakukan evaluasi diri dan bersemangat terus maju. Salam sukses.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo